Enigma Pasha: Behind the Scene

Hei, hei!

Masih ingat petualangan monyet ini mengikuti Expert Writing Class GWP batch 3 tahun lalu? Novel ini, bisa dibilang, merupakan hasil dari acara itu.

Aku mendaftarkan diri untuk lomba menulis teenlit dan young adult Gramedia Writing Project pada Maret 2017, dengan niat iseng dan belum punya pengalaman nulis apa-apa. A.k.a nekat saja. Bahkan aku belum tahu mau menulis apa sampai dihadapkan pada formulir keikutsertaan lomba. Mau nggak mau aku harus memutuskan cerita siapa yang akan kuangkat dalam lomba ini. Masalahnya, aku punya banyak tokoh khayalan, tapi cerita mereka sebagian besarnya belum dikodifikasi dengan baik. Entah mengapa aku menunjuk Pasha. Mungkin karena dari sekian banyak draf ceritaku, yang genrenya bisa ‘dipaksa’ jadi teenlit/young adult ya cerita Pasha ini. Lanjutkan membaca “Enigma Pasha: Behind the Scene”

Iklan

Kutipan Akhir Pekan

Semua makhluk yang sehat pernah mengharapkan kematian orang yang mereka cintai.

Orang Asing, Albert Camus

10 Webcomic Bacaanku

Enggak bisa dipungkiri bahwa orang yang kaku bin jadul sepertiku pun tergoda buat baca webtoon. Webtoon pertama yang kunikmati adalah Dr. Frost, dan sejak saat itu masih suka lihat-lihat komik baru yang asyik buat diikuti setiap minggunya.

Berikut ini beberapa serial di LINE Webtoon yang masih suka kubaca sekarang (walau ada sebagian yang belum kulanjutkan). Maafkan aku karena ini komik luar semua, soalnya komik dalam negeri yang kubaca cuma Tahilalats (karya Nurfadli Mursyid/Ryan Set) dan Requiem: Dying Message (karya Ranranano).

Yak, barangkali kamu terinspirasi atau jadi kepingin ikutan baca.

1. Bluechair

Lanjutkan membaca “10 Webcomic Bacaanku”