Ephemera: Tentang Kesementaraan dan Batas

When I wrote Ephemera for the first time back in 2013, it was all about magic. My main female character, Luna, was a girl with a supernatural power. She had a sister named Venus, who was able to see the unseen. Luna’s lover, Adam, also had a power he can’t control. He was the fire. He shouldn’t have touched Luna because she might be burnt. But she’s not. She could heal immediately. Therefore they suited each other. They can kiss now. Happy ending.

Lanjutkan membaca “Ephemera: Tentang Kesementaraan dan Batas”

[Cerpen] Jakarta Copenhagen

Ini bukan tipikal tempat yang gue senangi. Gue lebih suka ngebut melintasi Øresundbroen menuju Malmö daripada duduk-duduk bengong di Nyhavn.

Di sini, gue cuma bisa ngeliatin kano-kano yang tertambat diam di pinggir kanal serta deretan bangunan warna-warni yang bikin mata sakit. Plus, alih-alih kencan sama bule cantik, gue malah harus mengasuh salah satu keponakan kembar gue, entah Frank atau Luglini, yang tiba-tiba menyodorkan sebuah buku dan meminta gue membacakannya.

Sejauh yang tertulis di cover belakang, buku ini bercerita tentang tiga anak yang dibesarkan serigala.

Lanjutkan membaca “[Cerpen] Jakarta Copenhagen”

The Guy On The Train

Clotilde tahu bahwa melakukan perjalanan jauh dengan menggunakan korset ketat itu sedikit menyesakkan. Menarik perhatian orang-orang juga. Tetapi, korset itu baru saja menyelamatkan hidupnya. Pada pertarungan melawan mafia lokal di Vladivostok, lebih jelasnya.

Jadi sebagai rasa terima kasih pada kain keras yang ditanami butiran berlian itu—Clotilde mengencangkan tali pengikat di punggungnya dengan bantuan cermin, lalu melapisinya dengan jaket kulit hitam yang tak kalah mencolok.

Lanjutkan membaca “The Guy On The Train”

Maskapai Awan

Dengung kasar melintas di langit biru, di antara kepulan awan yang kami tatap dari teras rumah. Aku dan adik laki-lakiku sedang malas melakukan apapun di hari seterik ini, selain menerawang masa depan yang menggantung di atap Bumi.

“Itu Douglas,” adikku berkata. Dia mau jadi aviator seperti paman kami, tapi perjalanan ke sana masih jauh. Perjalanan ke koordinat Paman sekarang masih jauh.

Lanjutkan membaca “Maskapai Awan”