My Social Media Problem

Sejak akhir tahun lalu, aku memutuskan untuk mencopot aplikasi Instagram dari ponselku.

Entah apakah ini akan berlaku selamanya atau hanya sampai aku kembali siap, aku tidak tahu. Aku anaknya impulsif dan labil. Kalau kata orang Jawa itu, isuk tempe sore dele. Aku bisa menarik ucapan monumentalku hanya beberapa menit kemudian karena aku sering memutuskan sesuatu ketika sedang marah. Dan marahku nggak pernah lama.

Lanjutkan membaca “My Social Media Problem”

Iklan

Kutipan Akhir Pekan

Krisis lahan di Ibu Kota, sepertinya, mempersempit jarak antar tempat tinggal; meskipun nggak berarti mendekatkan penghuninya.

– Jakarta Sebelum Pagi, Ziggy Z

Enigma Pasha: Behind the Scene

Hei, hei!

Masih ingat petualangan monyet ini mengikuti Expert Writing Class GWP batch 3 tahun lalu? Novel ini, bisa dibilang, merupakan hasil dari acara itu.

Aku mendaftarkan diri untuk lomba menulis teenlit dan young adult Gramedia Writing Project pada Maret 2017, dengan niat iseng dan belum punya pengalaman nulis apa-apa. A.k.a nekat saja. Bahkan aku belum tahu mau menulis apa sampai dihadapkan pada formulir keikutsertaan lomba. Mau nggak mau aku harus memutuskan cerita siapa yang akan kuangkat dalam lomba ini. Masalahnya, aku punya banyak tokoh khayalan, tapi cerita mereka sebagian besarnya belum dikodifikasi dengan baik. Entah mengapa aku menunjuk Pasha. Mungkin karena dari sekian banyak draf ceritaku, yang genrenya bisa ‘dipaksa’ jadi teenlit/young adult ya cerita Pasha ini. Lanjutkan membaca “Enigma Pasha: Behind the Scene”